Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta kembali menyelenggarakan Ujian Kompetensi OSCE (Objective Structured Clinical Examination) bagi mahasiswa Program Studi D3 Farmasi sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja dan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus ini diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir dan melibatkan dosen serta penguji yang berkompeten di bidangnya. Ujian OSCE merupakan metode evaluasi yang dirancang secara terstruktur untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional pada berbagai situasi yang menyerupai kondisi nyata di lapangan.
Melalui beberapa stasiun ujian yang telah disiapkan, peserta diuji dalam berbagai aspek pelayanan kefarmasian, mulai dari pelayanan informasi obat, konseling pasien, dispensing, peracikan sediaan farmasi, hingga penerapan standar keselamatan dan etika profesi. Setiap peserta dinilai berdasarkan indikator kompetensi yang telah ditetapkan sehingga proses penilaian dapat berlangsung secara objektif, terukur, dan komprehensif.

Pelaksanaan OSCE menjadi salah satu bentuk evaluasi penting karena tidak hanya mengukur kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga menguji keterampilan komunikasi, kemampuan berpikir kritis, ketelitian, serta pengambilan keputusan dalam situasi pelayanan kefarmasian. Kompetensi-kompetensi tersebut merupakan bekal utama yang dibutuhkan oleh tenaga kefarmasian dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Suasana ujian berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Para peserta menunjukkan kesungguhan dalam menyelesaikan setiap tahapan ujian, sementara tim penguji melakukan penilaian secara profesional untuk memastikan bahwa kompetensi lulusan telah memenuhi standar yang diharapkan.

Lebih dari sekadar proses penilaian, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan sektor kesehatan. Pembelajaran yang menekankan praktik, pengalaman nyata, serta penguatan kompetensi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan yang siap berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Semangat tersebut selaras dengan arah pengembangan pendidikan tinggi yang mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata melalui kompetensi dan profesionalisme yang dimiliki. Oleh karena itu, pelaksanaan Ujian Kompetensi OSCE menjadi salah satu langkah strategis dalam membentuk tenaga kefarmasian yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.
Melalui kegiatan ini, Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan serta menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Diharapkan seluruh peserta dapat memperoleh hasil terbaik dan menjadi tenaga teknis kefarmasian yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat.



