
Berita membanggakan datang dari para dosen Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta yang berhasil lolos memperoleh pendanaan program penelitian dan pengabdian masyarakat dari Direktorat Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026.
Pada tahun ini, dua proposal penelitian dari dosen Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta berhasil lolos menerima program pendanaan penelitian melalui skema Penelitian Dosen Pemula (PDP). Apt. Idlohatud Dilalah, S.Farm., M.PH. bersama Apt. Jarot Yogi Hernawan, M.Sc. dari Program Studi Farmasi berhasil mendapatkan pendanaan proposal penelitian dengan judul penelitian “Green Medicine from the Forest: Profil Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi Daun Lima Spesies Tanaman Kehutanan Indonesia untuk Konservasi Berkelanjutan”. Penelitian ini didorong oleh keprihatinan Idlohatud Dilalah dengan kondisi alam Indonesia saat terjadi bencana banjir di Aceh pada November 2025 silam, di mana salah satu penyebabnya karena penggundulan hutan. Menurutnya, perlu adanya konservasi kehutanan berkelanjutan yang dapat dikembangkan melalui bidang keilmuan farmasi.
Masih dari Program Studi Farmasi, Apt. Edy Suprasetya, S.Si., M.Farm bersama anggotanya Ratih Purwanti, S.Si., M.Sc dan Apt. Hanita Crhistiandari, S.Farm., M.Farm., berhasil lolos pendanaan proposal penelitian dengan judul penelitian “Hubungan Aktivitas Antioksidan dan Inhibisi Tirosinase Herba Urang-Aring (Eclipta Prostrata L.) sebagai Dasar Ilmiah Pencegahan Uban Dini (Premature Canities)”. Edy Suprasetya mengungkapkan, fenomena banyaknya anak muda yang nampak lebih tua, bukan karena warna kulit tetapi warna rambut yang mulai beruban karena banyak faktor. Penggunaan kosmetik pewarna rambut sintetis menjadi solusi simtomatis. namun terdapat risiko negatif yang dapat muncul akibat paparan senyawa sintetis.
Dalam penelitiannya ini, tanaman urang-aring dapat menjadi solusi alami dalam memperlambat munculnya uban dini pada usia muda. Melalui mekanisme biologi sel, produksi eumelanin sebagai agen pembentuk warna hitam tetap dominan. Hal ini yang mampu membuat rambut lebih lama hitam, sehat dan alami sehingga orang nampak awet muda.
Penelitian para dosen Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah yang penting untuk pengembangan keilmuan di Indonesia. Pencapaian para dosen di Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta ini mendukung ketercapaiannya visi institusi yaitu “Menjadi perguruan tinggi rujukan nasional untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional dan bermartabat berbasis IPTEK dalam pelayanan kesehatan pada tahun 2030”. Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta terus mendorong seluruh sivitas akademika untuk memberikan kontribusi aktif pada kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Selamat dan sukses untuk para dosen Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta atas perolehan pendanaan program penelitian dan pengabdian masyarakat, Direktorat Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026. Saatnya Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta Berdampak!


